Senin, 23 September 2019

Emosi perspektif Al-Qur'an

Emosi perspektif Al-Qur'an Beberapa puluh ribu tahun yang lalu kitab suci Al-Qur’an telah mendahului teori psikologi modern seperti yang sekarang ini . Ahli psikologi mengatakan bahwa manusia adalah makhluk secara alami memiliki emosi. Emosi seseorang adalah mencerminkan jiwanya. Setiap manusia pasti merasakan emosi. Emosi dalam bahasa awamnya seringkali dipakai untuk mendeskribsikan kemarahan saja , namun emosi sebenarnya mengungkapkan banyak perasaan . Dalam AL-Qur’an disebutkan tentang emosi yang dirasakan manusia seperti takut, marah, cinta, senang, antipasti, benci, cemburu, hasud ,sesal dan malu. Allah membekali diri manusia dan hewan dari berbagai emosi untuk melangsungkan hidupnya. ketika sebuah emosi dalam diri seseorang tersebut menguat , dan pemuasannya terhalang beberapa saat, timbullah ketegangan dalam tubuh. Kondisi seorang tersebut dibarengi oleh insting yang terganggu. Takut Emosi takut merupakan emosi yang penting bagi manusia. Sebab dengan manusia rasa takut, manusia akan waspada pada bahaya yang akan mengancam dirinya. Hal ini akan menjaga manusia agar dapat melangsungkan hidupnya. Manfaat takut tidak hanya menjaga pada bahaya yang mengancam pada kehidupan duniawinya , tetapi juga manfaat paling penting adalah takut azab dari Allah SWT. Di kehidupan akhirat. Dengan demikian takut pada siksaan Allah agar orang-orang mukmin menjauhi kemaksiatan. Emosi takut adalah berupa gangguan yang tajam. Dan dapat menimpa pada semua individu. Al-Quran menggambarkan saat manusia merasakan ketakutan yang sangat hebat sehingga hilanglah kekuatan berfikir dan pengendalian pada diri seorang. Jika bahaya yang hebat menimpa manusia dan perasaan takut menyelimutinya , semua perhatian tercurahkan untuk menyelamatkan dirinya. Emosi takut akan mempengaruhi fungsi-fungsi fisiologis yang tersumbat. Ekspresi wajah,suara dan keadaan fisik Al-Quran telah mendeskribsikan respon manusia berupa lari dari berbagai keadan yang membahayakannya. Hal ini diungkapkan ketika orang-orang kafir dan orang-orang terdahulu lari dari Azab Allah karena mendustakan para Nabi dan tetap bersikukuh kekafiran. Takut kepada Allah merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan kaum mukminin. Karena, rasa takut kepada Allah akan meningkatkan ketaqwaan mereka pada Allah SWT. Marah Marah merupakan emosi paling penting. Marah membantu menjaga dirinya . ketika manusia marah, kekuatan akan mengerjakan hal berat dan keras akan bertambah . Sebagai pengendalian mempertahankan diri. menguasai berbagai kendala yang menghalanginya untuk mencapai tujuan-tujuan yang penting. Dalam Al-Quran dijelaskan emosi marah , kemarahan Nabi Musa kepada kaumnya , yang mengeahui kaumnya menyembah anak lembu yang terbuat daari emas dan dibuat oleh As-samiri. Kemudian Nabi Musa melemparkan Lauh dan menjambak lalu menarik kepala saaudaaranya dengan marah. Ketika emosi marah menguasai manusia . kemampuan berfikir jernih tidak bekerja dengan maksimal, terkadang , marahnya dibarengi dengan perkataan dan tindakan permusuhan, ketika marah tersebut reda maka seseorang tersebut menyesalinya. Ketika marah dan emosi memuncak. Sangat penting bagi seseorang untuk mengkontrolnya dan menahannya. Dan dia juga harus belajar mengendalikan emosinya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak dia inginkan. Cinta Cinta merupakan akar dan pondasi dari pernikahan, terbentuknya keluarga dalam mendidik anak-anak. Cinta merupakan dasar kasih sayang antar sesame manusia untuk pembentukan hubungan persahabatan. Cinta iyalah hubungan yang erat antara seorang hamba paada Rabbnya, yang membuatnya ikhlas beribadah pada Allah SWT. Dan berpegang teguh pada ketaqwaannya. Cinta juga merupakan hubungan spiritualnya yang mengikat dengan Rasulullah. Cinta mendorong manusia untuk berpegang teguh pada sunnah Allah. Dalam kehidupan bentuknya beragam. Seperti cinta pada diri sendiri, mencintai antar sesama manusia, mencintai istri anaknya, mencintai kekayaan , mencintai Allah dan Rasulnya , dan mencintai alam dengan segala makhluk Allah yang ada didalamnya. Senang Senang , merupakan bentuk emosi manusia manakala seseorang tersebut telah berhasil mencapai sesuatu yang mereka inginkan seperti mendapatkan harta,kesuksesan, ilmu, pengaruh, dan ketaqwaan. Keberhasilan mewujudkan tujuan seseorang tersebut menimbulkan rasa senang bagi orang tersebut. Lain halnya jika seseorang yang tujuan hidupnya berpegang teguh pada keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah agar dapat hidup bahagia didunia dan diakhirat. Hal ini yang akan menjadi sumber ketentraman . Seseorang yang dalam hidupnya adalah sumber dari sumber kebahagiaan dan kesenangan, hal ini terjadi pada kebnyakan manusia, sesungguhnya mereka tidak pernah merasakan ketentraman hidup bahagia, tentram dan kekal. Sebab, jika Allah SWT memberikan nikmat kesehatan, melimpahkan hartanya , ketika kesenangan dan kebahagian dalam hidup membuatnya sibuk pada urusan duniawinya. Dan semakin jauh untuk mengingat dan bersyukur kepada Allah. Sebaliknya , jika seseorang dengan tujuannya bertaqwa, beriman dan berpegang teguh pada Ajaran Allah, maka sesungguhnya inilah yang dinamakan kehidupan seseorang yang bahagia tentram dan hakiki. Benci Benci adalah kebalikan dari emosi cinta. Benci merupakan perasaan seseorang yang menggambarkan perasaan yang tidak memandang baik dan tidak menerima. Perasaan seseorang tersebut akan menjauhi seseatu yang tidak diterimanya. Jika cinta iyalah pondasi untuk membangun sebuah kebahagiaan, dan percekcokan, perselisihan akan menimbulkan perasaan benci diantara keduanya. Terkadang manusia merasakan benci dengan seseorang karena perbedaan pendapat, iri hati atau keunggulan yang didapatkan. Orang-orang kafir dan munafik benci pada kaum mukminin . apa bila orang-orang mukminin sedang tertimpa musibah dan keburukan maka orang-orang kafir merasa senang, dan jika orang-orang mukminin mendapatkan kebaikan maka orang-orang kafir merasakan kebencian. Cemburu Perasaan cemburu timbul jika seseorang yang dicintainya mengalihkan pandangan dan perhatiannya pada orang lain. Dalam Al-Quran telah digambarkan Emosi cemburu ada pada kisah Nabi Yusuf , dimana saudara-saudara Nabi yusuf merasakan cemburu karena Nabi Ya’qub sangat menyayangi Nabi Yusuf ketimbang saudara-saudara yang lainnya. Emosi cemburu merupakan emosi yang kompleks, perasaan cemburu biasanya dibarengi dengan perasaan benci, dengki dan ingin menyakiti orang yang membuatnya cemburu. Al-Quran menjelaskan keinginan saudara-sauara Nabi Yusuf yang ingin menyingkirkan dan membunuh Nabi Yusuf , pada kenyataanya mereka menjerumuskan Nabi Yusuf ke Sumur. Hasud Hasud ada 2 macam, yang pertama adalah Hasud yang merasa tidak senang apa yang dimiliki oleh orang lain, dan berharap kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain tersebut hilang, yang ke 2 adalah ghibthan ,adalah hasud dimana seseorang ingin seperti orang lain, atau ingin memiliki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain. Tanpa berharap kenikmatan hilang dari orang lain tersebut. Hasud yang ke 2 ini hasud yang tidak tercela. Allah menjelaskan jenis hasud yang pertama dalam AL-Quran pada kisah Qarun memakai segala perhiasan mewahnya pada saat keluar rumah , sebagian orang melihatnya merasa hasud. Serta berkeinginana memiliki perhiasan emas yang dimiliki Qarun. Hasud yang ke 2 juga dijelaskan pada kaum yahudi dan musrik yang hasud padaa kenabian yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Hasud yang terjadi diantara saudara adalah pada kisah Nabi Yusuf karena perbedaan Anugrah yang diberikan oleh Allah. Dimana Nabi Ya’qub melarang Nabi Yusuf agar tidak menceritakan Mimpinya pada saudaranya. Dikarenakan Nabi Ya’qub takut saudara Nabi Yusuf merasa hasud dan ingin menyakiti Nabi Yusuf. Masih pada hasud saudara antara Qabil yang membunuh Habil yang keduanya merupakan anak Nabi Adam AS . Hasud seperti halnya cemburu, akan merasakan kebencian, kedengkian dan rasa tidak suka, hal ini akan memicu permusuhan , dan menimpakan gangguan pada orang yang mereka rasa hasud. Sedih Emosi sedih antonym dari senang dan gembira. Sedih terjadi saat kehilangan orang yang dicintainya, kehilangan sesuatu yang berharga, tertimpa bencana, gagal mewujudkan keinginannya atau tujuan-tujuannya. Sedih terjadi ketika bapak-ibu jauh dari anak-anaknya, Dalam Al-Quran keedihan ibu Nabi Musa yang setelah melahirkan Nabi Musa memberikannya dipeti lalu menghanyutkan di sungai , dan ombakpun membawanya jauh dari ibu Nabi Musa. Al-Quran mengungkapkan kesedihan Abu Bakar bersama Rasul didalam gua saat dikejar orang kafir untuk menghabisinya. Selain itu Nabi SAW juga merasa sedih disaat orang-orang kafir Makkah tidak mau merespon dakwah Nabi Muhammad. Dalam banyak ayat, Al-Quran juga menyebutkan kesedihan yang dibarengi ketakutan. Hal ini menunjukan bahwa kesedihan dan ketakutan merupakan emosi yang membuat suasana hati menjadi gundah. Dalam kehidupan manusia dapat menyebabkan hal yang menderita. Sesal Sesal merupakan emosional yang ada pada diri seorang yang merasakan dirinya berdosa. Sesal merupakan celaan untuk diri sendiri atas apa yang mereka kerjakan.dan berangan-angan seandainya ia tidak melakukan hal seperti tersebut. Celaan pada diri sendiri merupakan hal yang penting pada etiap insan. Karena hal ini dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan yang tercela. Penyesakan pertama yang terjadi pada manusia adalah penyesalan Nabi Adam dan Siti Hawa. Karena telah melanggar aturan Allah SWT, melakukan larangan Allah. Yaitu mendekati pohon dan memakan Buah terlarang yang ada di syurga. Yaitu Buah Khuldi. Mereka menyesal lalu nampaklah aurat mereka , dan merasakan malu. Lalu meminta Ampunan dan Maghfiroh kepada Allah SWT. Beberapa peneliti modern mengungkapkan tentang psikomotik bahwa gangguan aspek emosional manusia mereupakan factor utama penyebab terjadinya penyakit fisik. Data statistik mengungkapkan bahwa pasien yang datang berkali-kali di rumasakit umumnya hanya mengeluhkan guncangan emosional yang timbul akibat masalah-masalah kejiwaan. Jadi sebenarnya yang dibutuhkan pasien tersebut bukanlah penanganan medis, tetapi yang pasien tersebut butuhkan adalah penanganan kejiwaan. Maka nasihat yang paling baik diberikan pada pasien adalah menghindari kegelisahan. Al-Quran telah mendahului ilmu kedokteran dan psikologi untuk mengendalikan dan mengkontrol emosi. Cara ini dapat beermanfaat pada seseorang. Dan terbukti pada zaman modern ini. Mungkin ini yang bisa saya sampaikan di blogg saya kali ini ke teman-teman jika ada kurangnya saya mohon maaf . Selamat bertugas .. semoga sukses Jangan lupa : Ikuti saya di Instagram! Nama pengguna: nafridarohmah99 https://www.instagram.com/rohmah.teacher99?r=nametag Terimakasihh Nadjati, Muhammad usman,psikologi dalam Al-Quran , Bandung:PUSTAKA SETIA,2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar