Senin, 27 Januari 2020

SEKOLAH DAN MASYARAKAT Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas matakuliah ”Sosiologi dan Antropologi Pendidikan” Dosen Pengampu : Wahyu Ria Patriana M.Pd Disusun Oleh kelompok/ kelas : 8/ PAI F Kahfiati Nafrida Rohmah (210317195) Rizqi Amalia Nanda (210317181) JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO 2019 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang melimpahkan rahmat , taufik, serta hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sosiologi dan antropologi pendidikan dengan judul ”Sekolah dan Masyarakat”. Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada baginda Rasulullah SAW. Yang telah menuntun kami dari zaman jahiliyah sampai zaman islamiyah seperti yang dirasakan sekarang ini. Dengan terselesaikannya makalah ini , tentu tidak terlepas dari bantuan dari segala pihak terutama dari dosen pembimbing. Demikian tugas makalah ini kami buat semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk kami semua. Ponorogo. 6 november 2019 penyusun BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Sekolah dan masyarakat sebuah konsep yang mengacu pada individu , kelompok ,dan suatu lembaga. Masyarakat yang bersifat kompleks terdiri bagi beberapa tingkat untuk saling melengkapi. Dan bersifat unik. Betapa sangat penting dan perlunya hubungna kerja antara sekolah dan masyarakat. Hubungan kerjasama antara sekolah dan masyarakat, yaitu dengna melibatkan orangtua siswa. Dalam mengerjakan program sekolah , masyarakat turut diikutsertakan, seperti dari dunia perusahaan, pemerintahan,agama , politik, daan sebagainya diminta bekerjasama dengan sekolah dalam proyek perbaikan masyarakat. Untuk itu diperlukan masyarakat yang merasa turut bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat atas pendidikan anak . sekolah dan masyarakat dalam hal ini bekerjasama dalam suatu aksi social. Rumusan Masalah Siapa sebenarnya yang disebut dari masyarakat? Bagaimana sistem nilai yang berlaku di masyarakat? Apa saja sistem kekuasaan dalam masyarakat? Apa Relasi sekolah dan masyarakat? Dimana peran Masyarakat sebagai sumber belajar? Bagaimana peran lingkungan bagi pendidikan anak? TUJUAN Untuk mengetahui siapa pengertian dari masyarakat Mengetahui sistem nilai moral yang berlaku di masyarakat Mempelajari sejauh mana sistem kekuasaan dalam masyarakat Mengetahui hubungan antara sekolah dan masyarakat Mengetahui peran masyarakat sebagai sumber belajar Mengetahui peran lingkungan bagi pendidikan anak BAB II PEMBAHASAN Pengertian masyarakat Banyak deskripsi yang dituliskan oleh pakar mengenai pengertian masyarakat. Dalam bahasa inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, berarti “kawan”. Istilah masyarakt sendiri berasal dari kata Arab Syaraka yang berarti “ikut serta, berpartisipasi”. Masyarakat adalah sekumpulan manusia saling “bergaul, atau dengan istilah ilmiah, saling “berinteraksi” (Koentjaraningrat, 2009: 1160. Menurut Phil Astrid S. Susanto (1999: 6), masyarakat atau society merupakan manusia sebagai satuan sosial dan suatu keteraturan yang ditemukan secara berulang-ulang, sedangkan menurut Dannerius Sinaga (1998: 143), Masyarakat merupakan orang yang menempati suatu wilayah baik langsung maupun tidak langsung saling berhubungan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan, terkait sebagai satuan sosial melalui perasaan solidaritas karena latar belakang sejarah, politik ataupun kebudayaan yang sama. Dapat dimaknai bahwa masyarakat merupakan kesatuan atau kelompok yang mempunyai hubungan serta beberapa kesamaan seperti sikap, tradisi, perasaan dan budaya yang membentuk suatu keteraturan. Sistem Nilai yang Berlaku di Masyarkat Dalam setiap sistem social atau masyarakat baik masyarakat yang maju atau modern maupun masyarakat yang bersahaja atau tradisional selalu memiliki sejumlah nilai-nilai social dan memiliki norma-norma social yang digunakan sebagai patokan oleh sebagian besar anggota masyarakat. Nilai-nilai social tersebut diperlukan sebagai aturan hidup agar terciptanya aturan dalam masyarakat. Aturan tersebut tidak diwujudkan secara nyata, tetapi terdapat dorongan dalam diri seorang manusia untuk melakukan atau tidak melakukan hal tertentu., meskipun terlihat abstrak, tetapi dapai dirasakan manfaatnya, bahkan ada yang dihayati secara mendalamdengan intensitas yang tinggi. Nilai yang berlaku dimasyarakat sejumalah sikap perasaan ataupun anggapan terhadap sesuatu hal mengenai baik-buruk, benar-salah, patut-tidak patut, mulia-hina, maupun penting-tidak penting. Menurut M.Z Lawang nilai yang berlaku dimasyarakat merupakan gambaran apa yang diinginkan, pantas, berharga, mempengaruhi perilaku social dari orang yang memiliki nilai tersebut. Sedangkan Karel J. Vegeer memndang nilai-nilai sebagai pengertian-pengertian tentang baik tidaknya pebuatan-perbuatan atau dengan kata lain, nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. Nilai-nilai yang berlaku di masyarakat meliputi Nilai Material, nilai yang meliputi berbagai konsepsi mengenai segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia. Nilai Vital, yaitu nilai yang meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatuyang berguna bagi manusia dalam me;aksanakan berbagai aktivitas Nilai Kerohanian, yaitu nilai yang meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia, seperti Nilai Kebenaran, yaitu Nilai yang bersumber dari akal manusia Nilai Keindahan, yaitu nilai yang bersumber dari unsure perasaan (estetika) Nilai Moral, nilai yang bersumber pada unsure kehendak (karsa) Nilai keagamaan (religiusitas) nilai yang bersumber pada revelasi (wahyu) dari tuhan Sistem Kekuasaan dalam Masyarakat Kekuasaan merupakan kemampuan untuk mengathui pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Kekuasaan terdapat di semua bidang kehidupan dan dijalankan. Kekuasaan mencakup kemampuan untuk memerintah (agar yang diperintah patuh) dan juga memberi keputusan-keputusan yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi tindakan-tindakan pihak lainnya. Sarana pelaksanaan kekuasaan dapat berupa: Saluran militer Tujuannya adalah untuk menimbulkan rasa takut dalam diri mesyarakat sehingga mereka tunduk pada kemauan penguasa. Untuk itu dalam organisasi militernya sering dibentuk pasukan khusus, dinas rahasia dan satuan pengamanan kerusuhan. Apabila pengaruh militer ditujukan ke Negara lain, tujuannya adalah menciptakan rasa aman agar penguasa dicintai wargannya. Saluran ekonomi Penguasaha berusaha menguasai segala jaringan ekonomi, sehingga penguasa dapat menyalurkan perintah-perintahnya, melalui berbagai peraturan perekonomian, baik masalah modal, buruh, ekspor-impor dan sebagainya. Saluran Politik Penguasa sengaja membuat berbagai peraturan yang harus ditaati masyarakat agar berbagai perintahnhya berjalan lancar. Untuk itu sengaja diangkat pejabat yang loyal. Saluran Tradisi Penguasa mempelajari dan memanfaatkan tradisi yang berlaku dalam masyarakat, guna kelancaran pemerintahan. Saluran Ideologi Penguasa mengemukakan serangkaian ajaran dan doktrin sehingga menjadi ideologi bangsa sekaligus menjadi dasar pembenaran segala sikap dan tindakannya sebagai penguasa. Saluran lainnya berupa pers, kebudayaan, keagamaan dan sebagainnya. Relasi Sekolah dan Masyarakat Pendidikan di sekolah merupakan produk dari masayarakat . karena apabila kita sadari arti pendidikan di sekolah adalah transmisi ilmu pengetahuan, sikap , kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya dengan generasi muda maka seluruh upaya tersebut sudah dilakukan oleh sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatan masyarakat.hakikat pendidikan dalam sekolah sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya, agar masyarakat itu dapat melanjutkan eksistensinya, maka kepada anggota mudanya aharus diteruskan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilan dan bentuk tata perilaku yang diharapkan akan dimiliki oleh setiap anggota. Hubungna sekolah dengan masyarakat suatu proses komunikasi antara sekolah dengna masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah. Demikian pula hasil pendidikan hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi dambaan dan harapan masyarakat. Maka kegiatan sekolah juga harus terpadu dengna derap masyarakat. Tak boleh sekolah itu merupakan ”menara gading” bagi msyarakat Sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat khususnya masyarakat publiknya, seperti para orangtua murid atau anggota badan pembantu penyelenggara pendidikan. Pada intinya hubungan antara sekolah dan masyarakat adalahbsekolah memiliki fungsi , peran dan kiprah yang berkolerasi dengan kekuatan-kekuatan masyarakat . sekolah juga memberikan andil menerjemahkan nilai-nilai baru yang tumbub akibat proses pergulatan sejarah dalam wujud emansipasi integrasi dalam struktur social masyarakat, sehingga dengan demikian masyarakat tidak pernah kering dari dinamika perubahan dan evilusi sosialnya. Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Dinamika yang terjadi dalam masyarakat dapat djadikan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi khususnya yang terkait dengan ilmu-ilmu sosial pada umumnya dan khususnya pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Masyarakat Sebagai tempat terjadinya proses-proses sosial Masyarakat merupakan sebuah sistem yang saling berhubungan anatara satu manusia dengan manusia lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhannya, mereka tidak dapat hidup sendiri dalam sebuah masyarakat, akibatnya timbullah timbal balik atau interaksi antar manusia, dengan kriteria-kriteria (Sitorus, 2003: 16) sebagai berikut: Harus ada pelaku yang jumlahnya lebih dari satu Ada komunikasi antarperlaku dengan menggunakan simbol-simbol Ada dimensi waktu (lampau, kini, mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung. Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pengamat. Interaksi yang berlangsung selama hidup manusia menimbulkan sebuah kontak dan komunikasi sosial, dimana kedua hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari jika dua orang manusia bertemu. Jika dilihat dari caranya, ada dua: Kontak sosial langsung Kontak sosial tidak langsung Jika dilihat dari sifatnya, ada tiga: Kontak sosial antara individu dan individu Kontak sosial antara inndividu dan kelompok Kontak sosial antara kelompok dan kelompok Jika dilihat dari bentuknya, ada dua: Kontak sosial positif Kontak sosial negatif Jika dilihat dari tingkat hubungannya, ada dua: Kontak sosial primer Kontak sosial sekunder Masyarakat sebagai tempat sosialisasi Manusia sebagai anggota masyarakat terkait oleh sebuah aturan yang berlaku di dalam masyarakatnya. Aturan tersebut diwujudkan dalam bentuk norma dan nilai yang berbeda-beda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan, kebiasaan, kepercayaan, kesenian, bahasa serta tata kelakuan yang berbeda antara mesyarakat di suatu daerah dengan daerah lainnya. Dengan adanya norma dan nilai tersebut kehidupan masyarakat akan menjadi teratur dan tekendali sehingga terciptalah kondisi yang kondusif dalam melangsungkan hidupnya. Norma dan nilai pada suatu masyarakat bentuknya berupa tradisi yang turun temurun dan bahkan kadang dalam bentuk yang tidak tertulis. Namun masyarakat yang memiliki norma tersebut senantiasa menjagannya dengan selalu membiasakan norma dan nilai yang ada kepada gennerasi penerus mereka, baik dalam kepercayaan, kesenian, bahasa, atau dalam bentuk lainnya. Proses belajar mengenal sebuah norma atau nilai pada suatu masyarakat dalam bentyk kebiasaan inilah yang dinamakan dengan sosialisasi. Peran lingkungan terhadap pendidikan anak Manusia merupakan makhluk yang memiliki kemampuan khusus yang dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara manusia dengan lingkungan. Lingkungan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, karena lingkungan dapat mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, dan perkembangan. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab atas terhadap kedewasaan anak didik, namun lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap anak didik karena anak didik pasti akan tinggal disuatu lingkungan yang akan mempengaruhi anak didik. Pada dasarnya lingkungan mencakup fisik, lingkungan budaya dan lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan ialah latar tempat berlangsungnya pendidikan khususnya pada tiga linglungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan secara umum fungsi lingkungan pendidikan ialah membantu peserta didik dalam berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang terjadinya akan dapat mencapai tujuan pendidik yang optimal. Perlu dikemukakan bahwa pelaksanaan pendidikan dilakukan melalui tiga kegiatan yakni membimbing , mengajar, dan melatih (ayat 1 pasal 1 dari UU No. 2/1989). Tiga aspek tersebut dapat dibedakan sebagai berikut: Membimbing, terutama berkaitan dengan pemantapan jati diri dan pribadi dari segi-segi perilaku umum (aspek pembudayaan), Membimbing, terutama berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, dan melatih, berkaitan dengan keterampilan dan kemahiran (aspek teknologi) BAB III PENUTUP Kesimpulan Masyarakat merupakan orang yang menempati suatu wilayah baik langsung maupun tidak langsung saling berhubungan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan, terkait sebagai satuan sosial melalui perasaan solidaritas karena latar belakang sejarah, politik ataupun kebudayaan yang sama. Dapat dimaknai bahwa masyarakat merupakan kesatuan atau kelompok yang mempunyai hubungan serta beberapa kesamaan seperti sikap, tradisi, perasaan dan budaya yang membentuk suatu keteraturan. Nilai-nilai yang berlaku di masyarakat meliputi Nilai Material. Nilai Vital. Nilai Kerohanian. Sistem Kekuasaan dalam Masyarakat merupakan kemampuan untuk mengathui pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Kekuasaan terdapat di semua bidang kehidupan dan dijalankan. Kekuasaan mencakup kemampuan untuk memerintah (agar yang diperintah patuh) dan juga memberi keputusan-keputusan yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi tindakan-tindakan pihak lainnya. Hubungna sekolah dengan masyarakat suatu proses komunikasi antara sekolah dengna masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah. Demikian pula hasil pendidikan hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi dambaan dan harapan masyarakat. Maka kegiatan sekolah juga harus terpadu dengna derap masyarakat. Tak boleh sekolah itu merupakan ”menara gading” bagi msyarakat Masyarakat Sebagai Sumber Belajar yaitu dinamika yang terjadi dalam masyarakat dapat djadikan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi khususnya yang terkait dengan ilmu-ilmu sosial pada umumnya dan khususnya pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Peran lingkungan terhadap pendidikan anak Lingkungan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, karena lingkungan dapat mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, dan perkembangan. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab atas terhadap kedewasaan anak didik, namun lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap anak didik karena anak didik pasti akan tinggal disuatu lingkungan yang akan mempengaruhi anak didik. Pada dasarnya lingkungan mencakup fisik, lingkungan budaya dan lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan ialah latar tempat berlangsungnya pendidikan khususnya pada tiga linglungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan secara umum fungsi lingkungan pendidikan ialah membantu peserta didik dalam berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang terjadinya akan dapat mencapai tujuan pendidik yang optimal. Saran Pada zaman sekarang ini sekolah dan masyarakat haruss bekerja sama mengingat peserta didik pada zaman sekarang mengalami krisis moral, etika baik disekolahan maupun dimasyarakat. Selain hal ini dalam hal pendidikan masyarakat juga ikut berperan yaitu menciptakan pendidikan informal maupun nonformal agar nantinya anak tidak hanya mendapatkan pendidikan dikelas saja. Sekolah selain memberikan pendidikan formal , masyarakat melengkapi pendidikan nonformal sebagai pelengkap pendidikan formal disekolahan. DAFTAR PUSTAKA Dark ,Jeanne , “kekuasaan Dalam Kepemimpinan Sebagai Proses Sosial Dalam Bermasyarakat”. Handoyo , EkoDkk, Study Masyarakat Indonesia , penerbit, yogyakarta Ombak, 2015 Silfiana, ika dkk, “ Hubungan Sekolah Dengana Masyarakat” Uito,Deny , Membangun Masyarakat Madani , Jakarta,Centre For Moderate Muslim Indonesia,2006) http:dewiagustini97.blogspot.com./2016/11//peran-lingkungan-dalam-pendidikan;diakses 5 november 2019